Memastikan Penjualan dengan 4 Langkah Sederhana

Christian F Gusway dan Andi IrawanGramedia Matraman tampak ramai seperti akhir pekan biasanya, namun hari ini (6/7/2013) tampak ada hal berbeda ketika terpampang backdrop bertuliskan “Seminar Memastikan Penjualan dengan 4 Langkah Sederhana Bersama Christian F. Guswai”. Terpampang beberapa logo perusahaan terkenal dan salah satunya adalah Acosys sebagai sponsor acara tersebut.

Acosys sendiri adalah sebuah software bisnis dan akuntansi yang telah dipakai oleh ribuan perusahaan di seluruh Indonesia. Software nasional yang sangat fleksibel ini merupakan pemegang Wirausaha Muda Mandiri Award untuk bidang industri kreatif.

Christian F. Guswai sudah dikenal luas oleh pelaku bisnis retail sebagai praktisi, konsultan, trainer dan penulis buku-buku bisnis retail baik nasional maupun multinasional. Tentu seminar ini adalah seminar yang ditunggu-tunggu oleh pelaku bisnis retail. Tidak dapat dipungkiri, bisnis retail adalah jenis bisnis yang persainganya paling ketat, dibutuhkan strategi dan pengelolaan yang tepat untuk dapat memenangkan persaingan.

Pada kesempatan ini juga Christian F. Guswai akan me-launching 2 buku RES (Retail Excellence Series) sekaligus dengan judul How to operate your store dan Negosiation for retail business.Acosys

Tepat jam 13.45 seminar yang ditunggu-tunggu ini pun dimulai. Pertanyaan yang dilemparkan ke peserta seminar adalah “Mengapa pedagang tradisional ingin modern?”. Dari banyak jawaban peserta seminar, dapat disimpulkan jawabanya adalah:

  1. Harga jual di pasar modern pasti dan harga di pasar tradisional harus melalui tawar menawar.

  2. Pasar modern menerapkan open display sedangkan pasar tradisional cenderung tertutup. Konsep open display adalah produk dipajang pada rak yang memungkinkan konsumen melihat, memegang, merasakan, mencium, melihat lebih dekat produk yang diinginkannya sebelum memutuskan membeli. Dengan konsep ini bantuan pramuniaga sangat minim.

  3. Pasar modern lebih nyaman dan swalayan. Pasar modern sangat memperhatikan kenyamanan pelanggan dalam berbelanja dan pelanggan juga dapat langsung memilih produk yang ia butuhkan. Sedangkan pasar tradisional kurang mengutamakan kenyamanan pelanggan. Apalagi harus menanyakan harga setiap produk yang hendak di beli kepada pedagang.

  4. Pemilik bisnis modern tidak perlu mengontrol bisnisnya sendiri sehingga lebih mudah dalam hal ekspansi dan duplikasi. Pada bisnis modern semua transaksi, laporan dan analisa sudah dikerjakan oleh software bisnis seperti Acosys dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Setelah sesi opening, seminar mulai melaju ke pokok bahasan paling penting, yakni memastikan penjualan dengan 4 langkah sederhana. Apa saja 4 langkah yang dimaksud tersebut? Christian F. Guswai menyingkatnya dengan kata PAAS, apa itu PAAS? kita bahas lebih lanjut.

  1. Price. Harga adalah hal yang sangat sensitif pada bisnis retail. Pebisnis retail harus berfikir keras untuk menentukan harga agar tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal. Untuk menentukan harga yang tepat dibutuhkan price survey.

    Price survey dapat dilakukan dengan memilih 100 atau 200 barang paling laku berdasarkan data penjualan kita, kemudian melakukan price survey di toko kompetitor.

    Perlu diperhatikan bahwa produk-produk yang fast moving harus mendapatkan harga yang bagus dibandingkan dengan kompetitor. Konsumen akan sangat hafal pada barang fast moving, karena barang-barang inilah yang paling sering mereka beli, oleh karenanya harga barang-barang ini sangat sensitif.

  2. Assortment atau variasi barang. Jenis toko akan dikategorikan berdasarkan variasi barang yang disediakan. Assortment tidak selalu berarti berbeda jenis/variasi barang. Perbedaan assortment bisa dalam hal kualitas dari barang.

  3. Availability atau ketersediaan barang sesuai jumlah yang dibutuhkan. Variasi barang dan ketersediaan barang harus disesuaikan dengan kebutuhan customer baik jenis, jumlah maupun waktu ketersediaanya. Misalnya pada saat menjelang lebaran, maka variasi barang harus disediakan untuk barang-barang kebutuhan lebaran. Peningkatan jumlah penjualan pada produk-produk lebaran harus diatasi dengan meningkatkan jumlah persediaan.

    Biasanya komposisi barang fast moving dengan slow moving mengikuti Hukum Pareto. Barang fast moving menguasai 80% sales, oleh karenanya ketersediaanya harus terpenuhi.

    Selain ketersediaan, visibility-nya juga harus diperhatikan, barang-barang fast moving harus diletakkan pada eyes level.  Barang-barang premium/mahal diletakkan pada rak paling atas, sedangkan barang-barang yang kurang laku diletakkan dibawah eyes level.

    Mengelola persediaan yang akurat harus menggunakan tool yang memadai, terutama software khusus seperti Acosys. Karena kita harus mengetahui secara pasti mana produk yang fast moving dan mana yang slow moving, kapan produk tersebut harus dipesan dan berapa jumlah pemesananya.

  4. Service atau layanan. Kita harus memberikan hal lebih pada toko kita dibanding kompetitor. Variasi barang dan ketersediaanya juga termasuk ke dalam service. Menyapa pelanggan dan membantu menemukan barang juga bagian dari service.

    Service yang lebih bagus dapat sedikit mengabaikan price, terutama untuk produk slow moving. Untuk produk fast moving tetap harus memperhatikan price sekalipun layanan yang kita berikan sudah baik.

    Kita harus mencari tahu apakah layanan yang kita berikan sudah baik atau belum. Pendapat kompetitor terhadap toko kita biasanya jujur, oleh karenanya kita harus berteman dengan kompetitor. Pengusaha yang berteman dengan semua kompetitor akan lebih mudah meraih sukses karena mendapatkan gambaran yang benar terhadap bisnisnya.

Seminar akhirnya di tutup dan giliran waktu yang ditunggu-tunggu oleh peserta yaitu pembagian doorprize. Berikut ini dua pemenang doorprize berupa Software Bisnis dan Akuntansi Acosys fitur AB senilai masing-masing 1,5 juta rupiah:

  1. Pariana Anonio salah satu manajer di  PT United International Apparel, bidang usaha garmen.

  2. Ayu Kusumah Damayanti, mahasiswi Universitas Gunadarma.

doorprize

5 thoughts on “Memastikan Penjualan dengan 4 Langkah Sederhana”

  1. Kalau menurut Circle K, justru barang yang fast moving diletakkan di yang paling bawah & belakang Pak.. Sedangkan yang slow moving, diletakkan paling atas dan paling depan.. Karna katanya agar orang sempat melihat-lihat barang slow moving (untuk menggoda) sebelum mengambil barang fast moving..😀

    Btw sharing artikel ini sangat bermanfaat sekali Pak.. Thanks banget..🙂

  2. Memang ada beberapa metode mas Dani Siregar, salah satunya yang mas Dani tulis diatas, tapi Pak Christian F Guswai memilih metode yang fast moving ditempatkan di eyes level dengan argumen 80% sales berasal dari barang fast moving, jadi wajar jika mendapatkan tempat dan harga yang lebih bagus.

  3. Perkenalkan saya seorang pemula dlm UMKM pak..produk saya keripik Kentang teka yaitu kentang teri medan sambel..saat ini usaha saya sudah sampai pd tahap memasarkan produk ke toko2..pertanyaannya bagaimana cara saya meyakinkan pihak toko kalau produk saya ini akan laku di pasaran..agar mereka tertarik pd produk saya…mohon jawaban pak..krn saya ini tidak punya budget promosi dan saya langsung yg akan mencoba menawarkan ke toko2..terimakasih sebelumnya pak..

  4. Mbak Adesukma,
    Memang produk-produk UMKM kadang kala dipandang sebelah mata oleh toko, apalagi yang belum dikenal sama sekali. Yang saya pernah lakukan dan berhasil adalah dengan test pasar ke warga sekitar toko tersebut. Buat data orang-orang yang membeli produk kita, lalu kita tunjukkan ke toko data tersebut.

    Toko akan lebih yakin karena :
    1. Orang yang ada dalam data kita adalah pelanggan dia yang pasti dia kenal.
    2. Toko akan berpikir bahwa barang ini memang terbukti laku dijual.

    Memang cara ini akan memakan waktu, tapi untuk merintis pemasaran menurut saya sih gak apa-apa kita lakukan. Luangkan waktu 30 menit untuk mendapat pelanggan yang terus-menerus kan masih layak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s