Motivasi Karyawan dan Suasana Kerja Nyaman

Banyak pemimpin perusahaan yang kebingungan dalam hal bagaimana membuat karyawanya selalu termotivasi secara alamiah. Kenapa harus alamiah?, memotivasi karyawan yang hanya menyentuh bagian kulit-kulitnya saja dapat dipastikan tidak akan berjalan lama. Hanya seperti polesan bedak yang akan mudah hilang hanya dengan satu atau dua kali usapan.

Memotivasi karyawan tidak bisa hanya melalui ceramah atau orasi dari pimpinan yang berapi-api. Atau hanya dengan mengundang seorang motivator untuk mengadakan sesi motivasi dalam beberapa jam saja. Namun memotivasi karyawan harus benar-benar mendasar dan menyentuh sampai kepada memenuhi apa yang dibutuhkan karyawan secara riil. Karena kebutuhan tidak bisa dipenuhi hanya dengan kata-kata.

Bagi sebagian besar karyawan, kebutuhan terpenting bagi mereka bukan hanya gaji. Banyak karyawan yang memiliki gaji lebih tinggi, namun tidak memiliki motivasi kerja yang lebih baik dari karyawan yang gajinya lebih rendah. Menurut psikolog, manusia memiliki kebutuhan mendalam akan “rasa dihargai” dan “rasa di-penting-kan”. Oleh karenanya membentuk lingkungan kerja agar semua orang yang ada didalamnya merasa dihargai dan penting bagi perusahaan menjadi kebutuhan mutlak jika ingin semua karyawanya termotivasi secara alamiah.

Membuat suasana kerja seperti itu sebenarnya tidak membutuhkan biaya besar, hanya perlu mengorbankan sedikit ego anda sebagai seorang pimpinan. Sering kali untuk menjadi pimpian yang baik, kita harus menjadi orang baik terlebih dahulu. Ini seperti pepatah “Ikan membusuk dari kepalanya dulu”. Artinya kalau pimpinanya baik, maka akan menghasilkan para pengikut yang baik pula. Dan jika pimpinanya bukanlah orang baik, maka akan menghasilkan pengikut yang tidak baik pula.

Berikut beberapa langkah untuk menciptakan suasana kerja yang mampu memberikan motivasi kepada karyawan secara alamiah:

  • Mendengarkan karyawan yang sedang berbicara. Jadilah orang yang terbuka dan responsif dalam menerima ide dari karyawan. Karyawan akan patah arang ketika idenya dipatahkan mentah-mentah atau tanpa dipertimbangkan terlebih dahulu oleh pimpinanya. Yang perlu anda lakukan adalah menyelaraskan ide mereka dengan visi dan target yang akan dicapai perusahaan. Kadang kala anda juga perlu memodifikasi atau menggabungkan ide karyawan dengan ide anda. Ini masih sangat baik asalkan anda secara jujur mengakui bahwa terdapat ide karyawan didalamnya. Dalam kata lain tidak serta merta mengklain bahwa itu adalah pure ide anda 100%. Selain menyerap ide mereka, anda juga punya kesempatan yang sangat baik untuk menerima keluhan mereka. Dengarkan setiap keluahan dan berusahalah memberikan solusi yang win-win antara perusahaan dan karyawan.
  • Pastikan anda bertepuk tangan setiap kali karyawan anda meraih keberhasilan, sekalipun itu keberhasilan kecil. Memberi penghargaan kepada karyawan tidak selalu dalam bentuk bonus atau kenaikan gaji. Bisa saja anda menempelkan nama dan foto karyawan di dinding kantor dengan tulisan “Karyawan Terbaik Bulan Ini” atau “Karyawan Paling Kreatif Bulan ini”. Atau memberikan undangan mekan siang khusus untuk mereka yang berhasil melakukan tugas dengan baik. Memberikan area parkir khusus direktur untuk karyawan berprestasi selama beberapa hari juga bisa jadi alternatif lain.
  • Mintalah masukan dari karyawan secara berkala tentang bisnis anda. Karena merekalah yang mengetahui bisnis anda secara lebih detail. Pada saat yang sama sebenarnya anda sedang membuat mereka merasa penting bagi perusahaan.
  • Delegasi. Selain ini akan meringankan beban pekerjaan anda dan membuat anda bisa lebih fokus pada hal-hal penting saja, anda juga memberi kesempatan kepada mereka untuk tumbuh dan berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa anda percaya kepada mereka sekaligus mereka akan menjadi lebih kreatif dan bertanggungjawab.
  • Pilihlah pujian yang berkualitas, bukan kritikan. Jika anda terpaksa harus mengkritik, mulailah dari hal positif dan dengan pola konstruktif. Tunjukkan kepada mereka bahwa maksud anda adalah untuk membuat mereka berkembang dan lebih baik.
  • Tetaplah melakukan dengan benar, sekalipun anda dalam keadaan sulit. Jauhkan dari tindakan-tindakan curang, menipu dan merugikan pihak lain meskipun perusahaan anda sedang mengalami kesulitan besar. Setiap karyawan memiliki nurani, dan mereka akan tetap memperjuangkan kepentingan perusahaan ketika perusahaan juga berjalan pada prinsip-prinsip kebenaran.
  • Ciptakan lingkungan kondusif untuk kejujuran. Bahkan untuk ha-hal buruk, tetap hargailah ketika mereka berkata jujur. Kita harus maklum karena tidak ada manusia yang sempurna, ada kalanya karyawan juga melakukan kesalahan, bahkan juga kesalahan fatal. Namun ketika mereka mengakuinya dengan jujur, kita juga harus memberinya apresiasi. Kalau suasana kerja memberi kenyamaan untuk kejujuran, maka karyawan anda akan termotivasi untuk berbuat jujur. Namun jika setiap kejujuran barakhir pada hukuman, maka bukan tidak mungkin semua karyawan anda akan membuang kejujuranya.
  • Berikan ucapan selamat. Ucapan selamat bisa menjadi senjata untuk membuat seseorang merasa penting. Misalnya saja ucapan selamat ulang tahun anaknya. Mungkin hal ini tidak disangka oleh karyawan anda, jika anda mengingat tanggal lahir anak-anak karyawan anda.
  • Tunjukkan rasa hormat anda kepada karyawan, dengan anda menghormati karyawan, anda juga akan dihormati oleh karyawan. Banyak pimpinan yang terjebak oleh jabatan, sehingga mengabaikan usia. Ada kalanya kita memiliki karyawan yang usianya lebih tua dari kita. Dalam hati kecil dan ego seorang  karyawan, usia adalah salah satu alasan untuk dihormati oleh orang lain. Oleh karenanya tidak ada salahnya kita menghormati karyawan karena usianya. Mengabaikan ini bisa menimbulkan rasa tidak simpatik dari karyawan tersebut.

Demikian sedikit share dari saya, semoga anda bisa mewujudkan lingkungan kerja yang mampu memotivasi karyawan secara alamiyah dan terus menerus.

13 thoughts on “Motivasi Karyawan dan Suasana Kerja Nyaman”

  1. Saya punya mantan boss yg TIDAK ADA SATUPUN DARI POINT DIATAS yang dia lakukan. Bisanya hanya mengeluh dan mencari kambing hitam. Kita anak buahnya selalu menjadi korban. Menurut saya dia belum pantas menjadi seorang pemimpin.

  2. Saya setuju pendapat ini, tetapi alangkah baiknya perhatian itu juga diberikan bawahan kepada atasannya dengan memberikan hasil kerja yang baik …
    Banyak juga atasan yang bijaksana tetapi bawahannya tetap saja mengeluh …
    Saling memberikan perhatian antara atasan dengan bawahan dan bawahan dengan atasan adalah langkah yang sangat bijak.

  3. Benar Pak Herman, memang seharusnya begitu, tapi yang namanya manusia memang gampang-gampang susah. Dikasih enak, masih kurang enak. Tapi setidaknya keteladanan akan membawa dampak yang besar. Biasanya bawahan sering mengeluh walau sudah diberi perlakuan yang baik, hanya karena komunikasi yang belum nyambung, jadi mereka belum ngeh terhadap perlakuan atasan yang sebenarnya untuk kebaikanya.

  4. Banyak anak buah yang lebih pintar dari pimpinannya. Dan parahnya lagi banyak pimpinan yang tidak mau menerima kelemahan tersebut dengan berbagai dalih. Sehingga 9 poin di ataspun dia tidak akan gubris, yang ada adalah sentimen pribadi antara atasan dan bawahan.
    Ada pimpinan yang minta anak buahnya bersikap baik, tetapi dirinya tidak bisa memberikan contoh sikap yang baik kepada anak buahnya. Harus bagaimanakah sikap kita sebagai anak buah ….?

  5. Perbedaan pandangan antara pimpinan dan bawahan tentu hal yang biasa terjadi diperusahaan manapun. Kadang kita menuntut agar orang lain berbuat baik kepada kita, kalau menurut saya, kita tidak perlu menuntut orang lain berbuat baik pada kita, karena sebenarnya apa yang kita lakukan adalah cermin bagi orang lain.

    Ketika kita berbuat baik kepada orang yang kurang baik kepada kita (apalagi ia adalah pimpinan kita), lama-lama ia akan malu sendiri berbuat tidak baik. Apalagi seorang atasan, tidak ada untungnya sentimen kepada bawahan, karena bawahan itulah sumber kesuksesanya dalam memimpin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s