RAHASIA, Masih Menjual?

rahasia
rahasia

RAHASIA, sebuah jimat pemasaran yang sampai sekarang masih laku keras. Pernah mendengar iklan ‘Rahasiah membuat rambut indah tak berketombe’, atau ‘Rahasia masakan lezat’, atau kalau kita sering browsing, banyak kita jumpai promosi ‘Rahasia sukses internet marketing’ dan rahasia-rahasia yang lain.

Mengapa manusia suka dengan sesuatu yang berbau rahasia?.

Sifat manusia yang selalu ingin superior telah mampu mendorong manusia berkembang. Dari jaman batu hingga era modern ini tak terhitung lagi berapa besar kemajuan manusia yang disebabkan oleh keinginan untuk lebih unggul dari orang/kelompok lain.

Demi mengejar kemenangan tersebut, setiap manusia selalu menggali pengetahuan dan pengalaman tiada henti. Tak pelak, penemuan-penemuan baru ditemukan. Baik dalam bentuk formula, cara, rumus dan pengetahuan tentang alam semesta beserta kehidupanya.

Penemuan-penemuan ini tentunya sangat berharga bagi penemunya atau orang-orang yang satu kelompok dengan penemu tersebut. Karena dengan penemuan baru ini, seseorang akan naik satu tingkat dibanding manusia lain. Semakin banyak penemuan baru yang dimilikinya, maka akan memperlebar level dirinya dengan manusia pada umumnya.

Penemuan yang didapatkan dengan susah payah, tentunya tidak akan diberikan kepada orang lain secara ‘gratis’, atau bahkan tidak akan dibagikan dengan harga berapapun. Hal ini yang menimbulkan eklusifitas, sehingga disembunyikan dan disebut rahasia.

Orang yang mendapatkan ‘rahasia’ ini tentu merupakan anugerah yang begitu besar, apalagi bisa didapatkan secara cuma-cuma atau hanya dengan mengeluarkan sedikit uang. Artinya uang yang dikeluarkan sama sekali tidak sebanding dengan value yang akan didapatkan.

Oleh karenanya manusia sangat senang mendapatkan ‘rahasia’. Rahasia apasaja, mulai dari rahasia tentang tetangganya yang bertengkar dengan suaminya, rahasia memasak yang enak, rahasia untuk awet muda, rahasia tetap perkasa diusia senja, rahasia perceraian selebrity, rahasia sukses dari pengusaha besar, sampai rahasia pengungkapan teroris.

Saking senangnya manusia dengan sesuatu yang rahasia, terkadang rasionalitasnya menurun atau bahkan hilang sama sekali. Apapun bisa dikorbankan demi mendapatkan rahasia tersebut.

Psikologi ini yang dimanfaatkan para marketer untuk mendongkrak penjualanya. Melalui iklan media, calon konsumen selalu dicekoki bahwa produk yang ia pasarkan adalah hasil dari formula rahasia yang dipercaya sangat ampuh.

Sampai kapan manusia akan senang dengan sesuatu yang berbau Rahasia?

Batas waktu untuk hal ini bisa unlimited, karena setiap manusia selalu mendapatkan pengalaman yang berbeda dalam menjalani kehidupanya dibandingkan dengan orang lain. Dan selama ada perbedaan pengalaman, akan selalu ada rahasia.

Namun untuk konsumsi pemasaran, rahasia ini bisa ada batasnya. Yakni ketika terlalu banyak produk yang menyatakan dibuat dari rahasia A, Rahasia B dan rasia yang lain, namun ternyata sama saja dengan produk lain. Pada akhirnya konsumen akan menjadi resisten terhadap kata “RAHASIA’ yang digunakan dalam konteks periklanan. Bisa dibilang ini adalah titik balik maksimum yang akan dialami oleh mahluk yang namanya ‘rahasia’ itu.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika kata ‘rahasia’ tidak lagi menggigit?

Beberapa marketer sekarang sudah mulai meninggalkan kata ‘rahasia’ dan mulai mengungkapkan ‘rahasia’ tanpa kata-kata. Yakni mengungkapkan kandungan produk secara ilmiah atau seolah-olah ilmiah, yang tentunya juga tidak dipahami oleh konsumen.

Konsumen dikasih tahu sesuatu yang mereka tidak akan pernah tahu, sehingga lebih mudah mendapatkan pengakuan dari konsumen, bahwa produknya dibuat dengan ‘ilmu tingkat tinggi’, yang tidak semua orang bisa membuatnya.

Hal ini adalah cara lain untuk mengungkapkan bahwa formula yang dipakai untuk membuat produk ini adalah rahasia besar seorang profesor atau ilmuwan tingkat tinggi yang diberikan kepada konsumen dengan harga terjangkau. Tentu logika konsumen akan mengatakan bahwa produk ini sangat murah dan layak dibeli karena dibuat dengan ilmu tingkat tinggi.

2 thoughts on “RAHASIA, Masih Menjual?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s