Fatwa Haram Merokok MUI dan Prospek Rokok Indonesia

iwan-uangMUI (Majelis Ulama Indonesia) telah mengumumkan fatwa haram merokok pada tanggal 25 Januari 2009 lalu. Label haram tersebut ditujukan kepada wanita hamil, anak-anak, pegawai MUI dan ditempat umum. Untuk tiga kriteria terdahulu, sepertinya tidak begitu bermasalah, namun yang disebutkan terakhir yakni merokok ditempat umum ditanggapi serius oleh berbagai kalangan.

Sebagian besar perokok mengaku keberatan dengan fatwa itu, masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada pabrik rokok alias karyawan pabrik rokok juga ikut menolak. Malah Dirjen Bea dan Cukai memperkirakan akan terjadi penurunan proyeksi penerimaan cukai sebesar 10% pada tahun 2009 karena fatwa itu. Hanya saja karena pemerintah menaikkan cukai spesifik rokok sebesar 7%, maka penurunan riilnya akan terjadi sekitar 3%. Kalau pabrik rokok?, ya jangan ditanya lagi, mereka yang akan pertama kali merasakan dampak fatwa haram ini, meskipun kepada pers mereka mengaku tidak terpengaruh.

Lebih parah lagi, mulai ada desakan kepada pemerintah untuk mengeluarkan larangan iklan rokok ditempat umum. Desakan untuk meratifikasi kerangka konvensi pengendalian tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) juga mulai mengalir . Indonesia hingga saat ini masih belum termasuk 168 negara yang meratifikasi konvensi FCTC tersebut. Hal ini dikarenakan belum mendapatkan pengesahan dari pemerintah RI. Dari seluruh provinsi di Indonesia juga baru DKI Jakarta yang telah mengeuarkan perda larangan merokok ditempat umum.

Mengingat banyaknya lembaga dan negara yang juga “mengharamkan” merokok ditempat umum, sudah selayaknya kita mulai berfikir tentang hal tersebut. Orang yang paling bodoh sekalipun lantas akan berfikir bahwa “tidak mungkin ratusan lembaga dan ratusan negara tersebut melakukan kesalahan berjama’ah”.

Rokok memang memiliki dampak ekonomis, sosiologis dan kesehatan yang tidak kecil. Oleh karena itu wajar jika para ahli kesehatan memberikan peringatan keras terhadap aktivitas merokok. Namun dari sudut pandang marketing, pelarangan ini justru merupakan bencana, karena prospek pemasaran produk rokok akan menjadi suram.

Bukan marketing namanya jika kehabisan langkah. Celah pasar akan selalu terbuka, asalkan industri rokok mampu berinovasi secara ekstrim. Apa maksudnya?. Pelarangan itu kan dikarenakan rokok selalu membawa dampak buruk terhadap kesehatan. Bagaimana jika kemudian muncul produk rokok yang justru membawa dampak positif bagi perokok maupun orang disekitarnya yang terkena asap rokok?.

Artinya membuat rokok yang tidak memakai tembako sebagai bahan dasarnya. Alam kita sangat kaya akan tumbuhan bermanfaat. Mungkin diperlukan riset secara mendalam untuk menemukan bahan rokok yang membawa dampak positif tersebut.

Jika riset ini berhasil, maka bukan saja peraturan atau fatwa larangan merokok akan dihapus, namun justru akan direkomendasikan. Rokok jenis ini pasti akan laku keras dan harga jualnya juga bisa diset diatas harga rokok biasa. Itung-itung biaya pemeliharaan kesehatan bisa dikurangi karena cukup dengan anggaran rokok harian seperti biasa ditambah sedikit, badan sudah sehat.

Wah…Kapan ya kita punya produk rokok kesehatan seperti itu? Kalau ada yang menemukan resepnya, jangan lupa dipatenkan ya, jangan sampe orang asing lagi yang patenkan he…he….

3 thoughts on “Fatwa Haram Merokok MUI dan Prospek Rokok Indonesia”

  1. Ternyata saya baru tahu kalo sudah ada produk rokok herbal, namanya SIN CASTRO. Tapi bahan bakunya masih pakai tembakau, hanya saja sudah dihilangkan tar dan nikotinya.

    Belum ada penelitian apakah perokok pasifnya juga mendapatkan manfaat dari rokok ini. So.. terus maju, membuat semua produk yang bermanfaat bagi kesehatan.

  2. Urusan merokok itu hak azasi manusia mau merokok kek mau nggak, yang perlu itu silahkan menghisap rokok sepuas-puasnya tapi DILARANG MENGHEMBUSKAN ASAP ROKOKNYA , biar para perokok pada mampus aja sekalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s