Penjualan motor tahun 2008 tembus 6,2 Juta unit, Apa pemicunya?

motorPagi ini seperti biasa, begitu sampai di kantor, langsung baca koran Radar Lampung. Agak terhenti sejenak ketika melihat iklan honda yang menunjukkan statistik penjualanya tahun 2008.

Angka yang fantastis menurut saya. Honda menunjukkan angka penjualanya 2.874.576 unit dengan market share sebesar 46,20%. Berarti total keseluruhan sepeda motor yang terjual selama tahun 2008 adalah 6.215.482 unit.

Hal ini menunjukkan pangsa pasar Indonesia memang sangat empuk untuk produsen kendaraan. Sayangnya Indonesia belum memiliki pabrik sendiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apa ya penyebabnya?. Apa karena ketidakmampuan teknologi, permodalan, perijinan atau hanya tidak ngeh jika kita punya pasar domestik yang luar biasa besar. Justeru negara lain yang berebut mengambil pangsa pasar itu.

Jumlah penjualan kendaraan yang amat besar ini merupakan berita baik sekaligus berita buruk. Berita baiknya adalah seakan-akan rakyat kita bertambah sejahtera, terbukti mampu membeli kendaraan segitu banyaknya. Namun dibalik semua itu meninggalkan dampak buruk yang tidak sedikit. Apa penyebabnya?

Kebutuhan akan kendaraan bermotor yang meningkat tajam, bahkan tak terkendali dan tidak seimbang dengan perkembangan badan jalan ini akibat dari sistem transportasi dan penataan wilayah yang kurang baik.

Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas dan jarak antar kota yang berjauhan adalah pemicu awal terbentuknya pasar kendaraan. Kondisi ini diperparah dengan sistem transportasi yang buruk, sehingga masyarakat merasa tidak nyaman dengan fasilitas transportasi publik yang ada.

Salah satu contoh, dikampung saya yang berjarak 17 KM dari kota, sangat sulit mendapatkan layanan kendaraan umum. Jika adapun biayanya mahal. Ketidakpastian waktu pemberangkatan angkutan umum itu membuat masyarakan sulit menjadwalkan perjalananya. Apalagi untuk orang-orang yang ingin mengatur waktunya dengan efisien. Langkah yang mereka ambil adalah dengan membeli sepeda motor. Apalagi untuk mendapatkanya sangat mudah, dengan uang beberapa ratus ribu saja sudah bisa membawa pulang sepeda motor baru, karena difasilitasi oleh leasing. Saat ini hampir setiap rumah telah memiliki sepeda motor, bahkan jumlahnya sering lebih dari satu.

Penyebab lain adalah penataan wilayah yang kurang baik. Lihat saja, banyak diantara kita bekerja dikabupaten atau kota lain yang jaraknya cukup jauh. Orang dari daerah lain malah bekerja diwilayah kita. Ini kan sangat tidak efektif.

Coba jika kawasan perumahan berada satu area dengan perkantoran, apalagi dilengkapi dengan tempat sekolah anak-anaknya, mall untuk belanja ibu-ibunya dan fasilitas kesehatan yang berada dalam satu komplek. Mungkin tidak diperlukan sepeda motor untuk berangkat bekerja, mengantar anak sekolah atau berbelanja. Cukup berjalan kaki atau naik sepeda ontel. Dengan begitu anggaran untukk pembelian sepeda motor dua atau tiga dalam satu rumah tangga tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Sering kali saya melihat, orang yang begitu berhemat untuk makan dan kesehatan hanya untuk mengejar cicilan sepeda motor. Bagaimana anak-anak bisa sehat dan pintar, jika jatah susunya dikurangi, jatah lauknya dikurangi dan jatah untuk membeli mainan kreatif malah ditiadakan?

3 thoughts on “Penjualan motor tahun 2008 tembus 6,2 Juta unit, Apa pemicunya?”

  1. artikelnya bagus banget lho… saya setuju aja klo d kawasan perumahan di lengkapi dengan berbagai fasilitas. di samping hemat biaya juga hemat waktu, juga bisa mengurangi pemanasan global.

  2. Oh iya yah. Saya jadi sadar, kalau biasa main game flash di facebook/android tentang penataan kota gitu, saya lebih seneng kalau di satu komplek itu tersedia bebrapa fasilitas.

    Nice.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s