Customer membeli anda, bukan produk anda

Beberapa waktu lalu, ada dua sales diperusahaan yang sama, mendatangi satu prospek yang sama secara bergantian. Sales A datang lebih dulu dengan membawa produk yang sama dengan Sales B.

Tapi hasilnya, prospek tersebut memilih beli produk dari Sales B. Meskipun Sales A berjanji akan memberikan potongan harga pada prospek tersebut.

Apa yang terjadi sebenarnya?

Ternyata, selidik punya selidik, prospek tersebut memiliki hobi yang sama dengan Sales B, yaitu sepak bola. Sehingga ketika mereka bertemu, tidak hanya membicarakan produk yang dijual, namun lebih banyak membicarakan Manchaster United, AC Milan dan Juventus.

Apa sih pedulinya prospek tersebut dengan omzet sales-sales tersebut? Dia hanya peduli dengan kepentinganya.

Dia membeli produk dari Sales B, bukan karena ia peduli akan omzet Sales B, tapi karena Sales B telah menemaninya ngobrol tentang prediksi pertandingan nanti malam. Prospek tersebut suka dengan cara pandang dan analisa Sales B terhadap tim dan pemain yang akan bertanding.

Dengan begitu ia ingin lain waktu mereka membincangkan pertandingan kunci yang sangat menentukan dan jauh lebih spektakuler dari pertandingan nanti malam.

Prospek tersebut bermaksud memberi imbalan kepada Sales B dengan membeli produknya.

Jadi…perluas wawasan anda, agar setiap orang merasa bahwa andalah orang yang tepat untuk diajak ngobrol dan minta pertimbangan tentang suatu masalah.

Salam SUKSES….

One thought on “Customer membeli anda, bukan produk anda”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s