Marketing Produk Baru Tanpa Budget Promosi (1)

Salah satu teman di milis MC-ers bertanya mengenai bagaimana memasarkan produk baru, tanpa budget marketing dan menghadapai pemimpin pasar yang sudah melakukan penetrasi pasar sangat kuat.

Pertanyaan ini mengingatkan saya pada sepenggal kehidupan saya yang pernah merintis pemasaran produk baru beberapa tahun silam. Dua kali merintis pemasaran produk baru dan ternyata menuai sukses, mendorong saya untuk membagikan sedikit ilmu ini kepada rekan-rekan marketer.

Produk Pertama yang saya pasarkan adalah pasta gigi, sebut saja merek X. Pasta gigi ini belum ada dipasaran sama sekali saat itu, harganya 2 kali lebih mahal dari market leader, perusahaan juga tidak memiliki budget promosi yang cukup untuk memperkanalkan produk ini secara luas. Namun yang membuat saya optimis untuk memasarkan, produk ini memiliki kelebihan dibanding market leader dan produk lainya. Selain cepat bersih, produk ini juga tidak banyak menimbulkan busa dan mampu mengobati gusi berdarah dan sakit gigi.

Awalnya saya tidak begitu risau dengan kondisi ini, saya pikir sama saja dengan memasarkan produk lain yang pernah saya pasarkan sebelumnya. Apalagi saya sudah banyak kenal dengan pemilik toko di salah satu kota di Jawa Timur. Dengan gaya sales kanvas pada umumnya, saya memulai langkah untuk masuk ke toko-toko dan grosir. Toko demi toko dilalui, namun sampai sore hari ternyata tidak satupun produk saya terjual. Jangankan terjual, untuk sekedar titip saja mereka tidak mau, karena yakin produk itu tidak akan laku dipasaran.

Keesokan harinya, saya mencoba merubah target pasar, dari toko dan grosir ke warung-warung kecil dipinggiran kota, dengan harapan tidak mudah terbaca oleh pemasaran langsung sang market leader.

Namun lagi-lagi warung-warung kecil inipun menolak. Disini saya baru mulai sadar, bahwa saya menghadapi tantangan yang tidak ringan. Semalaman tidak bisa tidur, berpikir bagaimana cara agar produk ini bisa laku keras.

Ide-idepun datang silih berganti, dan akhirnya sampai pada satu kesimpulan bahwa saya harus menemukan pengguna produk terlebih dahulu, baru membangun jalur distribusi.

Keesokan harinya, saya minta produk sampel dengan ukuran kecil dari kantor. Sekarang tidak ke warung-warung lagi, tapi ke rumah Pak RT, Ibu Ketua Arisan, Ketua PKK, Ketua Dharma Wanita, Ketua Pengajian dan orang-orang yang berpotensi memiliki komunitas. Disitu saya menanyakan kapan acara-acara mereka diadakan dan minta sedikit waktu untuk memperkenalkan produk saya.

Dalam waktu satu minggu, saya telah mengantongi puluhan jadwal arisan, pengajian, yasinan, selamatan dan acara lainya. Ketika waktunya telah tiba, sayapun datang dengan membawa produk sampel yang sudah disiapkan sebelumnya.

Di acara itulah, saya mulai memperkenalkan produk, menjelaskan manfaat dan kelebihan produk dibanding produk lain sejenis. Di akhir sesi, saya sempatkan membagi produk sampel ke peserta. Kata-kata terakhir saya berpesan bahwa nanti jika merasa cocok dengan produk saya, Bapak Ibu bisa membeli di warung Bu Darmi, warung terdekat yang telah saya survey sebelumnya.

Setelah itu tugas saya adalah mendatangi warung Bu Darmi dan memberitahukan bahwa saya telah merekomendasikan warga sekitar untuk membeli produk pada warung miliknya. Lalu saya titipkan produk saya sebanyak 3 pcs.

Dua hari berikutnya, saya kunjungi kembali warung Bu Darmi untuk melakukan pengecekan produk. Nah..ternyata pancingan saya mulai berhasil, produk saya laku 2 pcs, jadi tinggal 1 cs. Penempatan produk yang hanya 3 pcs ini memang sengaja. Agar meskipun terjual 1 atau 2 pcs, produk kita terlihat laku keras, karena warung tidak melihat berapa yang laku, tapi berapa yang tersisa.

Melihat produk saya yang “laku keras” ini, Bu Darmi bersedia membeli secara cash, bahka Ia minta 2 lusin sekaligus. Tapi saya tidak terpancing, saya hanya bersedia memberinya 6 pcs produk, sekali lagi ini adalah bagian dari strategi psikologis.

Ternyata hari-hari berikutnya jumlah warga sekitar Bu Darmi yang menggunakan produk saya mulai bertambah. Warung-warung yang menydiakan produk saya seperti Bu Darmi juga jumlahnya bertambah. Setelah jumlahnya semakin banyak, pembentukan jalur distribusi mulai dibutuhkan.

Langkah berikutnya adalah mendatangi toko dan grosir yang lebih besar dari warung Bu Darmi, toko dan grosir ini biasanya menjadi tempat berbelanja warung-warung kecil. Berbekal data penjualan dan data warung yang sudah menjual produk saya, akhirnya toko dan grosir itupun bersedia menyediakan produk saya.

Kemudian saya merekomendasikan toko dan grosir tersebut kepada warung-warung kecil penyedia produk saya yang biasa belanja kesitu. Distribusipun berjalan dan saya tidak lagi harus blusukan (masuk-masuk) ke acara warga atau mendatangi warung-warung kecil lagi di wilayah tersebut. Cukup mengirimkan produk ke toko dan grosir.

Tapi tidak berhenti disitu, perluasan wilayah dengan cara yang sama tetap dilakukan. Sampai teman-teman sales yang lain menjuluki saya sebagai spesialis warung pedesaan. Tapi gak apa-apa, buktinya produk tersebut mampu terserap dengan baik, sedangkan teman-teman lain yang hanya memaksakan masuk ke toko dan grosir, produknya hanya menumpuk di gudang toko dan grosir tersebut. Akibatnya tidak pernah ada repeat order.

Tugas berikutnya adalah memasukkan produk tersebut ke supermarket atau mall. Meyakinkan pihak supermarket bahwa produk ini akan laku memang tidak mudah. Tapi akhirnya dengan data penjualan, mereka menjadi percaya bahwa produk tersebut laku.

Dan ternyata produk ini memang laku di supermarket. Bagaimana tidak, jika konsumen sudah dibangun sedemikian rupa, sehingga bukan hanya sekedar kenal, tapi sudah menjadi pengguna potensial sebelumnya. Mungkin mereka adalah salah satu dari anggota arisan yang pernah saya kasih sampel produk dan telah berlangganan ditempat Bu Darmi.

About these ads

93 thoughts on “Marketing Produk Baru Tanpa Budget Promosi (1)

  1. saya masih baru di dunia marketing dan sedang belajar skrg2 ini. Saya mengetahui website ini dari MC-ers milist dan saya cuman pgn bilang, great content :)
    hope to see your next writing! :D

  2. Nice blog mas Iwan.
    Thanks ya , sudah link blog saya di sini
    isi blog ini bagus2, untuk mengedukasi apa n bagaimana sales n marketing itu sendiri.
    Salam sukses

    Jawab :
    Terima kasih Bu Irma telah berkunjung ke blog saya. Blog Ibu juga bagus sekali, sehngga saya membuat blog roll nya di blog saya ini.

  3. Selamat pagi.

    Kami ingin menawarkan 3 produk baru ……..

    Jawaban Administrator blog :
    Terima kasih atas kunjungan Pak Heno ke blog saya, namun mohon maaf komentarnya saya potong dan tidak dapat saya tampilkan disini, karena bukan merupakan komentar, tapi penawaran produk.

  4. Artikel-2 disini SANGAT BAGUS untuk dibaca bagi para marketer senior maupun pemula. Kebetulan saya sendiri adalah sebagai Territory Marketing Executive di PT. Meghmani Organics Indonesia, salah satu anak perusahaan Meghmani Organics Limited di India yang bergerak di bidang Agrochemicals/Pesticide Industry. Artikel-2 yang dimuat disini selalu saya infokan kepada seluruh jajaran dibawah saya yang ada di lapang agar dapat mengadopsi ilmu-2 marketing yg up-to-date. Thanks pal…we’re waiting for next themes

  5. Terimakasih atas inisiatif Pak Endro mereferensikan blog ini kepada para marketer. Ini akan menambah semangat untuk memberikan artikel yang lebih inspiratif.

    Saya juga menerima kontribusi artikel mengenai marketing yang bermutu, dengan syarat, artikel tersebut adalah karya orisinil, bukan hanya copy paste. Silakan kirim artikel ke email iwansiip@yahoo.com

  6. mas trik nya keren banget. dan saya pikir ini ga jauh beda yang saya alami sekarang.
    mencoba memasarkan produk baru di daerah yang baru denga kompetitor / market leader yang cukup banyak.
    jadi mungkin mas iwan bisa kasih trik yang mantap/jitu.
    terima kasih .

  7. @Cendra: Oke deh…Memasarkan software di Medan seperti Cendra sekarang memang tidak mudah, Kuncinya ulet, tekun dan jeli melihat peluang. Dari pengalaman memasarkan produk software yang bisa dibilang agak susah, ternyata kata kuncinya cuma itu. Perusahaan yang 4 tahun lalu bener-bener tidak mau beli, akhirnya sekarang mereka berdatangan untuk beli software. Pantang menyerah, ulangi..ulangi…dan ulangi dengan cara berbeda…OK.

  8. Ping-balik: Strategi Memasarkan Air Krawang « Marketing Tulen

  9. dear mas iwan.ente emang marketing tulen
    saya salut dengan kegigihan anda.thanks ya mas atas motivasinya karna saat ini adalah masa dimana saya sedang mengalamai kasus demikian.awalnya sulit sekali bahkan hampir putus asa tp sekarangpun masih sama hehehe….
    tapi saya akan coba trik yang mas iwan terapkan.insaallah berhasil
    sukses buat mas iwan ya……………………………

  10. trimakasih sebeluymnya!saya ingin bertanya masalah strategi apa yang paling jitu untuk memasarkan produk-produk seperti semen?

  11. Mas Wiyo,

    Saya sendiri belum pernah masuk ke pasar semen, namun kalau saya lihat, strategi Holcim cukup bagus. Mereka menyediakan konsultan, tenaga ahli hingga tenaga lapangan yang profesional siap membantu melakukan pembuatan rumah dari A sampai Z.

    Didaerah saya ada sebuah toko bangunan yang melakukan seperti itu. Mulai penyediaan bahan, pembangunan rumah hingga konsultan kredit ke bank di tangani oleh toko tersebut. Hasilnya, luar biasa. Masyarakat sekitar tidak perlu KPR di perumahan-perumahan siap huni, tapi mereka bisa membangun rumah sendiri dengan pembiayaan bank.

  12. Terima kasih Mas Iwan, tulisannya bagus sekali. Perkenalkan nama saya Fauwaz di Bandung. Saya punya usaha produksi sepatu dan sandal. Produk saya telah dijual di beberapa Dept Store dan Factory Outlet yang tersebar di Jabar, Jateng Jatim dan DKI. Namun saya ingin menjual produk saya secara langsung kepada konsumen lewat brosur dan internet. Saya sudah punya web yaitu http://www.svandecka.com namun masih sepi pengunjung dan jarang sekali ada yang pesan lewat email atau sms, bagaimana caranya biar tiap hari banyak yang pesan?

  13. Wah,, saya saya pernah coba marketing dari bawah, artinya langsung ke konsumen.. Tapi, krn hrga produk kita yang sedikit lebih tinggi, shg mrka enggan mencoba produknya sekalipun. Alasannya mereka udh akrab dg produk murah meriah, walaupun bahannya gk original. Apakah kita harus menurunkan harga ya?
    o ya, produk kita kopi bubuk hitam olah sendiri, murni tanpa campuran.

  14. dari artikel ini ..

    saya bisa menyimpulkan dengan filosofi

    ” mulailah dari yang kecil”

    tapi filosofi ini harus ditambah dengan ” strategi”

    nah.. strategi yang bagus yang sama temukan adalah..

    anda menjual 3 pcs odol tersebut … tidak banyak..

    strategi psikologis , karna si penjual akan melihat berapa sisanya ? bukan berapa yang laku ?

    ini adalah strategi yang pas , untuk memasarkan produk ke tingkat yang lebih tinggi DENGAN membuktika data penjualan

    saya juga bisa menyimpulkan bahwa suatu SUPERMARKET atau MINIMARKET akan melihat produk bagus atau tidak dari DATA HASIL PENJUALAN

    seperti yang di tuturkan oleh si penulis.

    NICE STRATEGY ^^

  15. TULISANNY SANGAT..SANGAT..SANGAT BERMANFAAT, KHUSUSNYA BAGI PARA PEMULA YG INGIN MENGGELUTI DUNIA WIRASWASTA,SUKSES SLALU BUAT YG BIKIN TULISAN.

  16. Buat p.Iwan thx bgt sharingnya n itu sgt bermanfaat buat kita para marketer agar tidak mudah patah semangat dlm menghadapi kendala2 yg ada, n agar kita jg pandai membaca segala peluang yg ada karena pada dasarnya setiap usaha yg dijalankan dgn sungguh2 past akan ada hasil. buat teman2 goodluck….

  17. thanks banyak mas…

    saya juga sedang berusaha memasarkan produk popok bayi….
    tapi ketika launching, kebanyakn produk hanya dititip saja..jadi hanya bertumpuk di warung.

    dan finally…jadi piutang over due…fiuh….harus di retur karena toko juga menganggap barang tidak laku

    saya mau mencoba untuk mencari konsumen yang seperti sudah mas lakukan deh..

    thanks so much

  18. Memasarkan produk baru memang butuh usaha ekstra, kalau hanya dititipkan begitu saja, ya tentu akan kalah sama produk yang punya brand. Kalau punya budget promosi bisa juga mengadakan lomba balita didepan minimarket atau mall. Kalau budgetnya minim bisa melakukanya di perumahan-perumahan dengan satu tenda kecil saja, asalkan rutin dilakukan, mudah-mudahan berhasil.

  19. mas, strategi nya benar2 briliant. saya juga sedang memasarkan produk baru,yaitu produk cairan untuk ban motor jadi anti bocor. Produk ini sangat bagus, efeknya membuat ban jadi menambal diri nya sendiri. saya memegang distribusi daerah yogyakarta dan sangat perlu marketing yang berkualitas. terima kasih melalui blog ini saya jadi terinspirasi untuk memasarkan produk saya. oh iya, produk saya bernama jet-1. terima kasih

  20. Mas Bayu, produk inovatif, saya pernah baca ttg produk tsb. Harus cepat meraup banyak pasar, sebelum semua ban beralih ke ban tubles. Biasanya ban tubles walau bocor masih tahan berjalan beberapa km utk sampai ke tukang tambal ban. Ini hanya pendapat saya yg tdk tahu benar keunggulan produk tersebut.

  21. terima kasih untuk membagikan pengalaman Bapak Iwan dalam memperkenalkan produk dan menjadikan sebuah sistem dalam penjualan pada konsumen dan distribusinya :)

    saya belajar banyak dari tulisan Bapak Iwan, semoga saya bisa menjalankan usaha kecil saya di website http://kutudanjamur.com dalam dunia offline dan online dengan lancar dan baik sesuai pengalaman Bapak.

    terima kasih :)

  22. mas saya bener2 baru dlm dunia marketing bisa dibilang nol pengalaman…tapi sekarang dihadapkan pada pemasaran produk oli yang secara harga diatas rata-rata juga minim promosi ..skarang ini yang saya lakukan hanya titip jual ke bengkel-bengkel dan membantu bengkel tersebut untuk promosi..kira-kira gimana strategi jitu untuk produk tersebut

  23. Saya saat ini sedang merintis produksi baju muslim, pernah saya tawarkan ke toko/grosir tp mereka tidak mau dgn alasan baju2 produk saya modelny a g biasa.mohon saran strategi apa yg cocok utk produk kami tsb. Thx

  24. @Mas Yoshua: Strateginya sudah bagus, kalau memang kualitas olinya bisa lebih bagus dari oli ber merk yang iklanya bertaburan di TV, saya yakin akan berhasil. Jangan lupa berikan keuntungan yang lebih tinggi ke Bengkel agar mereka lebih cenderung menjual produk kita ketimbang produk terkenal. Pendekatan personal juga perlu, karena kedekatan personal bisa membalikan apa saja.
    @Mbak Lady: Bisa juga membuat butik sendiri atau FO, setelah terbukti berjalan lancar, bisa ditawarkan franchise. Coba iseng-iseng buat website lalu tawarkan para pengunjung untuk jadi distributor di daerah-daerah, promosi lewat web sangat murah dibanding promosi lewat koran, majalah, radio atau TV. Rajin-rajin gunakan media sosial seperti Facebook atau twitter untuk mempromosikan websitenya. Jangan lupa juga banyak fasilitas iklan gratis seperti di tokobagus.com db88 dll.

  25. saya tertarik dengan artikel ini, kiranya saya dibantu untuk pemikiran-pemikiran praktis dan jurnal mengenai kesuksesan produk baru. bahan yang sangat bermanfaat ini saya tambahkan ke skripsi saya….
    mohon bantuannya mas,

  26. wah artikel yang bagus banget.. saya jadi terinspirasi krn saya lagi measarkan minyak obat mas… tapi strategi nya belum tahu.. mungkin saya akan coba gunakan cara anda.. maksi ya…. dahsyat…

  27. slam knl mas , sy baru mulai di duinia market nie, skrg lg coba masarin produk baru berupa rokok. jd, apakah bisa cara pemasaran mas di terkan pd pemasaran prodauk sy. mhn nasehat y. mks ….

  28. Pelajaran seperti ini yang saya butuhkan mas.
    Promo dengan kos renda.
    Emang iya mas,harus dari dusun masuk kekota untuk produk baru.
    Pokoknya ,babak belur dulu baru bisa menikmati hasil yang di inginkan.
    Terima kasih banyak atas pelajarannya mas.

  29. Mas.Iwan.Saya punya produk baru ,dan dipasaran belum ada produk sejenis.Bagaimana kiatnya
    mempromosikan produk tersebut.Tolong sarannya.Terima kasih.

  30. Pak Iwan, saya ada produk baru dan dipasaran sudah ada yang jual produk sejenis. bagaimana kiat supaya saya bisa mempromosikan produk saya tersebut?
    Tolong dibantu sarannya.
    Terima kasih

  31. Mas Iwan, makasih .. saya juga baru mengalami hal yang seperti di atas, tp bedanya produk yg saya bawa gula untuk diet dan diabetes.

  32. mas iwan makasih atas content nya, ini sangat bermanfaat untuk saya yang baru akan menjadi junior martketing di perusahaan semen di indonesia, mungkin saya akan mencontoh cara anda memasarkan product ke pada perusahaan2 yang selalu membutuhkan stock cement…
    yang akan saya survey

  33. saya juga lagi kebingungan untuk memasarkan produk baru saya. produk saya kopi jetak asli kudus. saya sama sekali tidak ada pengalaman memasarkan produk. saya nekad untuk jual. setelah saya baca artikel ini saya jadi mengerti. ini pelajaran berharga bagi saya dan patut saya coba. terimakasih

  34. ini baru ilmu thnks frends sebagai apa yang diberikan bermanfaat bagi kita semua inti permasalahan kita juga harus jujur.

  35. tulisan anda memotivasi saya agar jangan putus dan menyerah…. trims banget mas….. maju terus pantang mundur

  36. salam dahsyat…….!!!!

    istimewa
    sebuah inspirasi marketer yg simple dan mudah dicerna
    terimakasih atas ilmunya
    terima kasih ms iwan
    sya sekali membaca blog ini lgsung teingat betapa pentingnya faktor psikologis konsumen
    mirip dengan apa yg dikatakan pak TUNG

    suwun

  37. Mas Iwan, bagaimana jika produk yang dijual adalah mesin-mesin untuk industri yang brandnya baru masuk ke Indonesia dan menghadapi kompetisi di Indonesia yang sudah berjubel oleh mesin-mesin yang merknya sudah lama main di sini? Harga juga tidak bisa terlalu turun karena principal tidak mengijinkannya. Biaya promosi sepenuhnya ditanggung oleh distributor resmi di Indonesia. Bagaimana meyakinkan customer di Indonesia untuk membeli produk kita ini?

  38. keren mas iwan strategi marketingnya,mohon di bantu saya punya usaha abon sapi dan ayam yg mempunyai merk bru tpi harga sedikit lebih tinggi tapi kwalitasnya bagus,apa bisa jalan kira2 klu sistem pemasaran seperti mas iwan lakukan,yang salah satunya dg memasarkan di perumahan2,di acara arisan,dsb.ma kasih seblumya.

  39. Terima kasih atas kunjungan ke blog saya dan terutama atas komentarnya. Mohon maaf agak lama membalas karena kesibukan.

    Mengenai mesin yang diceritakan mas Donny tampaknya Anda masuk ke RED Ocean dimana banyak sekali produk yang bersaing pada pasar yang sama dan dengan produk yang juga hampir sama, begitupun dengan harga. Memang pasar yang seperti ini agak berat, kadang ada yang sampai berdarah-darah menghadapinya. Namun jika masih mungkin coba dicari celah agar kita tidak head to head dengan kompetitor.

    Jika kita tidak lagi bisa bermain pada domain produk dan harga, mungkin masih bisa bermain pada layanan dan kemudahan akses pendanaan. Bisa juga hal lain yang bisa Anda eksplore dari pengalaman di lapangan.

    Saya jadi ingat dengan bagaimana Holcim sebagai produsen semen melakukan itu. Disaat semen yang ada dipasaran juga hampir sama baik kualitas maupun harganya. Holcim membuat gebrakan dengan memberi layanan desain rumah menggunakan software tertentu, kemudian memberikan RAB juga dalam waktu singkat dan memberikan akses pendanaan melalui KPR bank yang telah bekerja sama dengan Holcim, Disitu Holcim tidak lagi berperang di area MERAH tapi sudah mampu menciptakan Blue Ocean Strategy.

  40. Mas Ariegan Adhiwibawa, pola sampling untuk produk makanan masih bisa efektif asalkan sasaran pasarnya tepat. Misalnya karena dari sisi harga dan kualitasnya lebih tinggi dari produk lain, maka kita harus masuk ke segmen pasar yang sensitif dengan kualitas. Biasanya orang yang sensitif terhadap kualitas, tidak begitu sensitif terhadap harga. Tepatnya sasaran yang tepat adalah kelas menengah dan atas.

    Saya masih ingat dulu waktu saya memasarkan kompor minyak tanah dengan kualitas yang setara dengan kompor LPG. Waktu itu belum ada konversi minyak tanah ke LPG sehingga pengguna LPG masih sangat sedikit. Harga kompor yang saya jual sekitar 460.000 untuk model dua tungku. Harga ini jauh lebih mahal dari kompor minyak tanah yang saat itu hanya berkisar antara 35.000 – 75.000.

    Namun produk ini tetap laku keras bahkan bisa dibilang sangat kencang. Bagaimana caranya?

    Sasaran saya waktu itu adalah kalangan kelas menengah dan atas, maka saya masuk ke pertemuan ibu-ibu darmawanita, salah satunya darma wanita karyawan Bank Indonesia (yang pasti pada punya duit banyak he..he..). Saya mencari jadwal pertemuan mereka, biasanya ada pertemuan bulanan. Kemudian minta ijin untuk melakukan demonstrasi.

    Ada trik-trik demonstrasi yang terlalu panjang jika saya tulis disini, intinya mereka tertarik untuk membeli. Tapi harganya terlalu mahal, maka saya tawarkan untuk membeli secara kredit dengan harga yang lebih tinggi. Padahal dari perusahaan tempat saya bekerja tidak ada fasilitas kredit yang ada hanya beli 10 unit bonus 1 unit.

    Karena bisa kredit 10 kali jadi cicilan per bulan hanya sekitar 56.000 akhirnya banyak yang daftar untuk kredit, dan tak disangka sekali demonstrasi itu terkumpul 23 unit pesanan. Waw…

    Kenapa saya berani merilis dan menawarkan kredit? karena saya sangat yakin akan ada donatur yang siap membiayai ini asalkan menguntungkan. Disitu saya melihat ibu-ibu yang kira-kira punya uang dan biasa mengkreditkan barang (kelihatan lho walaupun mereka gak ngomong).

    Setelah sesi itu saya mendekati ibu tersebut, lalu melobi agar beliau mau diajak kerja sama. Yang jelas keuntungan yang didapatkan adalah 100.000/unit kali 21 (karena yang 2 bonus), berarti 2.100.000 ditambah 2 unit kompor yang juga dikreditkan senilai 560.000 x 2 = 1.200.000 jadi total 3.300.000 dengan total pembiayaan yang dikeluarkan 8.694.000 (21 unit dikurangi angsuran pertama saat barang datang). Jadi keuntunganya 38% dalam waktu 10 bulan.

    Ternyata angka ini cukup menarik untuk ibu tersebut dan akhirnya kerjasama terjalin. Dan menjual produk yang harganya jauh lebih tinggi dari kompetitorpun bisa dilakukan. Asalkan cara dan segmen pasarnya tepat.

  41. bisnis memang tidak bs dibangun langsung menjadi besar,sy senang dg motivasi yang diwujudkan dalam tulisan anda,thanks sobat….

  42. Mas Donny,
    Sebenarnya orang Indonesia itu suka yang canggih dan berkualitas. Saya melihat motor India bisa masuk pasar Indonesia dengan mulus. Dari sisi harga, mereka juga tidak terlalu murah, bahkan orang Indonesia tidak terlalu suka dengan harga murah. Tapi memang harus jeli mengambil segmen pasarnya.

    Saya melihat motor Bajai (produk India) yang laris justru motor sportnya, bukan motor bebek yang sudah didominasi Honda dan Yamaha. Dengan harga yang hampir sama dengan Mega Pro, Bajai memiliki kelebihan menggunakan dua busi, sehingga pembakaran lebih efektif, hasilnya lebih kencang dan lebih irit. Dari desain body juga bisa dibilang mengesankan.

  43. Right here is the perfect web site for anyone who hopes to understand this topic.
    You understand a whole lot its almost tough to argue with you (not that I really will need to…HaHa).
    You definitely put a brand new spin on a subject
    that’s been discussed for ages. Great stuff, just wonderful!

  44. iya bener sekali tuh kT LEADER TOP MARKETING KITA !!! hehehe..logokanya saja bilamana tidak ada orang tau dari mana mereka mau beli baik konsumen maupun toko toko apa lagi grosir. Sebenernya semua trik itu sama aja tergantung prediksi daya serap pasar pada umumnya. Jika kebetulan dana promosi itu tidak ada sama sekali nah yg kita lakukan hanyalah mengenalkan langsung calon user pengguna. Dari situ kita akan lebih leluasa dalam membidik pasaran yg lebih luas lagi seperti Grosiran dimana mana. Sekkali lagi jangan toko karena hanaya akan menghambat kita saja dari segi waktu yg bisa digunakan untuk mengenal Grosir di lain wilayah. Salam sukses. MARKERTER CIGARETTE.

  45. What’s Going down i am new to this, I stumbled upon this I have found It absolutely helpful and it has helped me out loads. I hope to contribute & help other customers like its helped me. Great job.

  46. Artikelnya bagus banget, apalagi disertai dengan case study dan sharing pengalaman yg dilakukan utk memasarkan produk, bermanfaat sekali. Mudah2an lebih banyak lagi sharing pengalamannya biar kami tambah pengetahuan.

  47. I blog quite often and I truly thank you for your information.
    Your article has really peaked my interest. I’m going to book mark your website and keep checking for new information about once a week. I subscribed to your Feed too.

  48. Ilmu yg sgt bermanfanfaat.dl sy memasarkan produk ke warung,tp tidak berfikir ke toko grosir. Aku akn pake ilmu ini ketika kelak buka usaha lg. ♧☺◦°°Ŧђǻήƙ Ɣőΰ°°◦☺♧

  49. Mas Arief Ahmed, tolong berikan gambaran permasalahan yang lebih rinci, misalnya produknya apa, strategi yang sudah dilakukan seperti apa, kemudian kendalanya apa dst. Terima kasih.

  50. Tulisannya jadi masukan yang baik buat saya mas. saya baru di dunia marketing. saya mau minta sarannya mas. saya bekerja di salah satu perusahaan TV Lokal di daerah saya tapi minat untuk pemasangan iklan dll oleh masyarakat di daerah saya masing sangat kurang dengan alasan masyarakat masih belum mengenal begitu jauh TV Lokal tersebut. padahal TV Lokal ini termasuk perusahaan yang cukup mapan. saya minta bantuannya untuk pemecahan masalah ini.

  51. Mas Indra, Memasarkan iklan TV lokal memang sebuah tantangan menarik, karena bisa dibilang hal baru. Selama ini iklan yang beredar di daerah adalah surat kabar dan radio. Sangat wajar jika para pelaku usaha masih wait and see. Yang saya amati, TV lokal itu kurang diterima oleh masyarakat setempat karena konten tayangan lokalnya justru malah sedikit, mereka lebih banyak menayangkan tayangan nasional dari TV Network.

    Kalau TV lokal menayangkan tayangan nasional, berarti bersaing secara head to head dengan TV Nasional, dan ini pertarungan yang seharusnya tidak terjadi. Saya beberapa kali mengisi acara di TV lokal, tentu ingin tahu sebenarnya berapa banyak yang menonton acara tersebut. Maka untuk mengukur itu, kami coba memberikan live kuis melalui SMS dengan memberikan hadiah. Hasilnya orang yang mengirimkan SMS sangat sedikit, artinya penontonya juga sedikit.

    Yang ingin saya sampaikan, sebenarnya strategi memasarkan iklan di TV lokal, harus dimulai dari meningkatkan basis penonton. Karena bagaimanapun pengiklan akan melakukan kalkulasi seberapa besar efek dari iklan tersebut. Setelah itu adalan pengukuran, misalnya dengan live kuis SMS atau cara lain yang bisa tunjukkan kepada pengiklan.

    Untuk merintis iklan ini pasti akan banyak penolakan, tidak ada salahnya memberikan bonus liputan atau talkshow bagi pengiklan agar mereka merasa punya nilai tambah selain iklan yang ia bayar.

  52. Halo Mas Iwan, apa kabar? Salam kenal, saya Ferri :)

    Saya mau tanya cara promosi produk makanan frozen food , tersedia kemasan kecil dgn harga d bawah 10k, yang cocok bagaimana ya?
    saya takut orang akan ragu utk membeli karena d pasaran kan bnyak makanan sejenis kelas pasar bawah, yang sangat murah, tapi memang kualitas sangat jauh
    saya berencana pake cara konsinyasi ke warung-warung kecil .. ada ide lagi?

    Thanks :)

  53. Mas Iwan, frozen food yang mau saya promosikan adalah makanan olahan ikan, seperti otak”, bakso ikan, dsb :)

    Mohon saran mas .. thanks

  54. mas iwan,saya lagi bingung nih,mau pasarkan produk damdek multifungsi yaitu untuk memperkuat/mempercepat pengerasan daya beton serta mempercepat pengeringan semen dan dapat menambal kebocoran tanpa harus menguras air,untuk plesteran,pemasangan keramik dalam air,dan mengatasi kebocoran baik di dak beton,dinding dan kami juga punya damdex warna yang juga untuk waterproofing,,,soal harga kami agak sedikit mahal,tapi soal kualitas kami masih unggul..tetapi saya masih susah untuk memasarkannya.keluhan pihak toko bangunan bermacam2 ada yg bilang mahal dan ada yang bilang konsumen lebih milih ke harga yg murah,,sedangkan produk seperti lainnya yang sejenis sangat laku di pasaran karena ada iklan di televisi..padahal kwalitasnya tidak sebaik produk kami..mohon pencerahannya mas iwan,thanks

  55. maaf mas iwan kalau ingin lebih jelas tentang produk damdek,coba mampir di akun facebooknya yaitu damdex biang&damdex warna..THANKS

  56. Saya pembuat arang tempurung, minta tolong gmn cara pemasaran yg jitu supaya arang saya bisa masuk pasar, arang saya d pack bukan pake plastik seperti d pasar, nama arang saya arang “KANGIT”. Mohon bantuanya?terimakasih sukses!!

  57. Mas Muhammad Iqbal, memang memasarkan produk baru, dengan harga lebih mahal dari produk yang susah terkenal adalah tantangan menarik. Menuruh hemat saya, banyak pembeli di toko bangunan terpengaruh oleh rekomendasi pemilik/pramuniaga toko tersebut.

    Saya sendiri mengalami itu, mungkin mayoritas pembeli bahan bangunan sebenarnya tidak tahu detail tentang bangunan. Misalnya orang yang bekerja dibidang lain, tapi akan membuat rumah, otomatis ia harus belanja di toko bangunan. Artinya kita bisa menangkap peluang itu ketika pemilik/pramuniaga di toko bangunan mau merekomendasikan produk kita.

    Mereka akan mau merekomendasikan apabila benar-benar yakin bahwa produk kita bagus. Bisa dicoba mengadakan eksperimen kecil-kecilan yang disaksikan oleh mereka, sehingga mereka benar-benar yakin. Dan jangan lupa, kita juga harus memberi margin keuntungan yang lebih tinggi kepada mereka dibanding kompetitor. Biasanya margin juga akan mempengaruhi rekomendasi tersebut.

  58. Mas Yusup Ahmad, saya awam terhadap produk arang. Kalau boleh tahu arang tersebut segmen pasarnya apa?. Yang saya tahu sih arang tempurung kelapa banyak dipakai di warung-warung ayam bakar dan sate. Biasanya mereka punya supplier tetap yang secara rutin mengirim arang ke warung.

  59. Salam…kenal…
    Saya arif…
    Pertama kai saya baca artikel ini saya langsung terkesan karena ini sangat inspiratif.

    Suatu hal yang sangat sangat mulia bapak mau membagi ilmu dan pengalaman bapak lewat media ini. Sangat jarang saya temukan orang yang mau berbagi ilmu dan pengalamannya secara cuma cuma. Jadi saya sangat salut serta berterima kasih kepada bapak. Karena apa…karena ilmu adalah suatu amalan yang tidak akan terputus pahalanya…
    Good job!

  60. Nice blog buat pak iwan.keren dan menginspirasi saya buat mencoba.saya cuma mau tanya satu pak.bagaimana cara strategi pemasaran yang baik dari bisnis cengkeh rajang (bumbu buat rokok dengan cara melinting sendiri) dengan merk baru dimana sudah terdapat market leader yg banyak dan kuat dan pada posisi di mana toko/warung dititiipin pun kadang jg banyak menolak.terima kasih sebelumnya pak iwan.semoga sukses selalu pak.

  61. Mas Mamud, mungkin perlu dianalisa lebih dalam lagi, apa penyebab menjadi macet. Berdasarkan pengalamann saya, jika suatu produk sudah berhasil di terima pasar, akan memiliki efek bola salju, yang makin lama, makin membesar. Kecuali terjadi hal-hal yang merusak citra produk, misalnya penurunan kualitas produk, penurunan kualitas layanan, terjadi kesalahan pola distribusi, ketersediaan produk tidak stabil, kesalahan manajemen, kurang inovatif dalam mengembangkan produk secara terus menerus dan banyak lagi kesalahan lain yang bisa berdampak pada turunnya penjualan.

  62. Pak Robbie, untuk produk cengkeh rajang saya belum ada gambaran pola pemasaranya, saya sendiri bukan perokok, jadi kurang faham mengenai celah pasar dari produk tambahan untuk rokok ini. Setahu saya sekarang tidak lagi banyak orang yang melinting sendiri rokoknya, bahkan di kampung saya yang dulunya hampir semua perokok melinting sendiri, dengan tambahan cengkih, klembak dan kemenyan, sekarang mereka sudah beralih ke produk rokok pabrikan. Mungkin akan lebih tepat jika cengkih tersebut disupplai ke pabrik rokok. Tapi itu hanya padangan saya yang awam, apakah di wilayah Bapak masih banyak perokok yang melinting sendiri rokoknya?

  63. penyajian bahasa yang sederhana,mudah di mengerti dan sangat inspiratif.bermanfaat bagi pelaku usaha,terutama bagi para marketing untuk menambah rujukan strategi untuk memuluskan dalam penetrasi pemasaran.salam sukses!!

  64. mas iwan, kalo pemasaran produk kecantikan seperti cream pemutih wajah apa harus sperti yang mas iwan lakukan..? terima kasih.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s